Dari zaman SMA, saya punya kebiasaan nggak penting: neleponin teman hanya buat ngomongin orang, menjelek-jelekkan orang yang saya benci, dan curhat masalah saya. Nggak penting banget, kan? Kalau biasanya seorang anak nelepon orang hanya buat menanyakan tugas atau apapun itu (atau sekarang bisa saja menanyakan tugas lewat media sosial yang ada), saya hanya menelepon untuk bergosip. Sampai suatu ketika, Mama pulang dengan amarah yang besar mengetahui bahwa saya tidak belajar malah menelepon sana-sini. Kalau Mama sudah marah besar, Mama biasanya akan mengadu ke Papa dan meneleponnya. Dan, saya dapat wejangan dari Papa saat itu, yang untungnya nggak mencak-mencak. Nasihat Papa yang membuat saya berpikir itu adalah ketika Papa menasihati saya dengan begini, "Ngapain kamu bergosip? Perempuan yang baik itu tidak bergosip. Kalau ini dibalikkan ke laki-laki, "Laki-laki nggak boleh bergosip. Gosip itu hanya untuk perempuan saja." Pertanyaannya, gosip itu sebenarnya apa, sih? K...